Review Dear Me, I Was... — Pengalaman Sinematik Tanpa Dialog
Pada
Ketika banyak game AAA mulai menggunakan pendekatan sinematik ala-ala film layar lebar, indie dengan keterbasatasannya berhasil mencari celah untuk memberikan pengalaman serupa. Hal ini ditawarkan oleh Arc System Works untuk game Dear Me, I Was…
Gaya storytellingnya sendiri menggunakan pendekatan ala film, dimana setiap chapter diberikan alur maju mulai dari pengenalan karakter, konflik, hingga resolusi yang menjadi jawaban atas judul game ini.
Premis
Mengisahkan seorang gadis sederhana yang tumbuh dan berkembang memahami arti hidup dari lahir hingga menjelang masa tuanya. Semua kisahnya ia tuangkan dalam sebuah gambar, dimana ia sendiri memiliki kemampuan melukis baik.
Tanpa Dialog
Semua cerita disampaikan dengan visual animasi frame-by-frame yang sederhana, diiringi arrasemen musik yang mendukung. Terkadang berwarna, terkadang hanya hitam-putih, persis sesuai psikologi storytelling film-film yang bermain dengan mood.
Meskipun kami harus akui bahwa ceritanya sederhana nan mudah ditebak arahnya, namun untuk urusan sinematografi ini game sangat indah. Seperti dibuat oleh DOP film, shot by shot yang dihadirkan untuk menyampaikan narasi benar-benar memanjakan mata, seperti melihat storyboard yang hidup.
Sandbox Ala Kadarnya
Supaya terlihat video game karena ini bukan visual novel maka ada sedikit interaksi alih-alih sekadar menonton animasi sinematik. Terkadang pemain akan diberikan tombol sederhana untuk mengambil, membuka pintu, dan sekadar gores-gores mouse untuk membuat goresan gambar. Tidak ada hal yang wah untuk gameplay-nya.
Kesimpulan
Untuk game dengan harga kurang dari 100rb menawarkan pengalaman sinematik ala-ala film, dan selesai dalam hitungan jam saja. Sempurna? jelas tidak, selain lemahnya elemen sandbox dan storytellingnya, konflik yang dibawakan pun terasa sederhana di pertengahan game. Menjelang akhir mulai dibuat emosi naik.
Kelebihan:
- sinematik
- Tanpa Dialog
- Artstyle yang memanjakan mata
Kekurangan:
- Sanbox Sedikit
- Terlalu Pendek






Komentar