Review Sakura Jiraikei - Terlalu Sederhana!

Dimaru Permana
Oleh Dimaru Permana  Pada
Review Sakura Jiraikei - Terlalu Sederhana!

Penggunaan e-motion engine untuk menghasilkan pergerakan 3D yang halus menjadi ciri khas dari developer iMel dalam mengembangkan visual novel. Meskipun kebanyakaan garapannya single heroine dan bisa dibilang template untuk beberapa skenario-nya, namun game barunya sepertinya tidak memberikan sesuatu yang wah.

Jirakei Mahou Shoujo Sakura menawarkan kisah gadis penyihir di era modern. Tidak seperti game-game mereka sebelumnya, sepertinya sudah ada sedikit perbedaan dan terlihat seperti game baru. Akan tetapi, sepertinya pendekatan baru ini membuatnya sedikit menarik perhatian kami untuk membicarakannya lebih lanjut.

Seperti yang sudah bisa ditebak, protagonis bertemu heroine dan mereka tinggal satu atap menjalani kisah romansa sehari-hari, klasik iMel. Anda berperan sebagai Tsubaki tidak sengaja bertemu dan mulai dekat dengan Sakura yang dimana seorang agent pemerintah untuk mengawasi dan menindaklanjuti para AMA atau mahluk mitologi yang hidup berdampingan dengan manusia secara rahasia.

Hal pertama kami selalu lirik ada UI dari setting, untuk pertama kali kami merasa sakit mata akibat pemilihan warna antara background dan font yang tidak sinkron. Namun kami apresiasi karena mereka menyediakan settingan untuk controller dipergunakan untuk main santai menikmati cerita.

Cerita yang ditawarkan sangat terinspirasi dari Men In Black, dimana eksistensi mahluk asing dikontrol oleh organisasi rahasia sebagai pengawas dan penegak hukum. Tidak ada konflik berat, murni ini sebuah kisah romansa yang santai. Voice acting dari heroine sudah bisa dibilang menarik nan manis.

Ada satu lagi supporting character yang berisikan voice acting, secara pendalaman peran sudah sesuai tidak kaku dan hidup. Selain itu, semua bisu ditemani background music dimana kami sendiri kurang menyukai bgm yang terkesan biasa bahkan ketika momen epik di akhir cerita.

Ada dua ending pada game ini bad dan true ending, pilihan dalam game ini cukup banyak untuk sekelas visual novel single heroine tetapi sangat mudah untuk mencapainya. Tidak perlu pilihan yang rumit, pilih saja ke perhatian utama ke heroine dan voila true ending.

Secara keseluruhan game ini sama seperti game buatan iMel lain dengan bantuan developer monime untuk pengembangannya. Short vn, single heroine, cerita santai, visual tajam. Sependek-pendeknya game buatan iMel ini mungkin menjadi game dengan CG 18+ yang minim, bahkan untuk mencapai ke sana harus menuju true ending yang sebenarnya tidak perlu. Tidak ada credit scene, benar-benar VN sederhana dari developer yang bisa dikatakan besar dan pemain lama di industri visual novel.

Kelebihan:

  • CG yang memukau

Kekurangan:

  • Terlalu sederhana
  • Penggunaan E-Motion yang tidak maksimal

Komentar